Fitrilia desy c / P19218 / P19E

 MAKALAH 

APLIKASI ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN TRANSKULTUTURASI KEPERAWATAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN

Dosen Pengampu : Ari Pebru Nurlaily, M.Kep.




  




Disusun oleh :

Bintang Restu D (P19211)

Clarisa Ariella A (P19212)

Diana Safitri (P19213)

Dina Aprilianti (P19214)

Diwa Rosila W (P19215)

Esti Luvita A (P19216)

Eva Mastiani(P19217)

Fitrilia Desy C (P19218)

Istika Nur H (P19219)

Istikah W (P19220)


PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA

TAHUN 2020



BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan / atau kesehatan dalam kegiatan, program kesehatan harus mengutamakan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.  Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh kebutuhan dan kondisi spesifik daerah.


Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan


Menjadi seorang tenaga kesehatan (perawat) bukanlah hal yang mudah. Seorang perawat harus siap fisik maupun mental, karena tugas seorang perawat sangatlah berat. Di Indonesia ini jumlah perawat memang tidak sedikit, tetapi untuk di pelosok daerah masih banyak masyarakat yang belum paham akan arti dari profesi tenaga medis. perawat yang siap mengabdi di kawasan pedesaan, artinya ia juga harus siap dengan konsekuensi yang akan terjadi. Tak mudah mengubah pola pikir ataupun kebiasaan masyarakat. Apalagi, masalah proses pertolongan atau penyembuhan. Kehadiran tenaga medis dengan spesialisasi melayani  masyarakat  di beberapa daerah terpencil  merupakan hal yang baru dan tidak mudah untuk beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan masyarakat.Pembangunan kesehatan yang cenderung urban-based harus terus diimbangi dengan upaya-upaya pelayanan kesehatan yang bersifat rujukan, bersifat luar gedung maupun yang bersifat satelit pelayanan.  Dengan demikian, pembangunan kesehatan dapat menjangkau kantong-kantong penduduk risiko tinggi yang merupakan penyumbang terbesar kejadian sakit dan kematian.  Kelompok-kelompok penduduk inilah yang sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan karena selain lebih rentan terhadap penyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih sedikit.


BAB II 

PEMBAHASAN 

Pengertian Antropologi 

Kata Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos berarti pikiran atau ilmu. Secara sederhana, antropologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari manusia. Tentunya kita akan semakin bertanya-tanya, begitu banyak ilmu yang mempelajari manusia.

Pengertian Ilmu Antropologi Kesehatan

Antropologi kesehatan Menurut para ahli:

Menurut William A. Haviland, seorang antropologi Amerika, Antropologi adalah ilrnu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia dan kebudayaannya. Dengan mempelajari kedua hal tersebut, Antropologi adalah studi yang berusaha menjelaskan tentang berbagai macam bentuk perbedaan dan persamaan dalam aneka ragam kebudayaan manusia.


Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).


Menurut Weaver : Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan   yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)


Pengertian Implikasi Keperawatan 

Kata implikasi memiliki arti yang cukup luas sehingga maknanya cukup beragam.  Implikasi didefinisikan sebagai suatu akibat yang terjadi karena suatu hal , implikasi memiliki makna bahwa sesuatu yang disimpulkan dalam suatu penelitian yang lugas dan jelas.

Implikasi dalam bahasa Indonesia adalah efek yang ditimbulkan dimasa depan atau dampak yang dirasakan ketika melakukan sesuatu.

Implikasi adalah akibat langsung atau konsekuensi dari temuan dan hasil atas suatu penelitian . imlikasi berkaitan dengan kesimpulan dan saran dalam sebuah penelitian.


Pengertian Keperawatan 

keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. 



Hubungan Ilmu Antropologi Dalam Praktik Keperawatan

1. Paleopatologi

Paleopatologi adalah studi mengenai penyakit-penyakit purba. Para ahli peleopatologi melakukan studi pada tulang-tulang manusia purba, kotoran, lukisan pada dinding, patung, mumi, dan lain lain untuk menemukan penyakit-penyakit infeksi pada manusia purba. Studi untuk mengetahui penyakit manusia purba dari fosil-fosil ini, pada umumnya hanya terbatas hanya mengetahui pada penyakit-penyakit yang menunjukkan buktinya seperti pada tulang-tulang yang dapat diidentifikasi. Sebagai contoh kerusakan atau abses pada tulang sebagai akibat dari siphilis, TBC, frambosia, osteomilitus, poliomilitis, kusta, dan penyakit-penyakit yang sejenisnya adalah penyakit infeksi yang dapat dikenali.

Banyak penyakit-penyakit modern yang tidak terdapat pada penduduk purba, bukan berarti manusia purba lebih sehat dari manusia modern tetapi bahwa sakitnya manusia purba disebabkan oleh jenis-jenis patogen dan faktor lingkungan yang jumlahnya lebih sedikit dari yang dialami oleh manusia modern. Misalnya penyakit campak, rubella, cacar, gondong, kolera dan cacar air mungkin tidak terdapat di zaman purba.

Dapat disimpulkan bahwa paleopatologi atau studi mengenai penyakit purba, sangat banyak berhubungan dengan lingkungan untuk menemukan penyakit-penyakit purba.

2. Epidemologi

Epidemiologi berkenaan dengan distribusi, tempat dan prevalensi atau terjadinya penyakit, sebagaimana yang dipengaruhi oleh lingkungan alam atau lingkungan ciptaan manusia serta oleh tingkah laku manusia. Variabel-variabel yang dipakai untuk melihat distribusi tempat dan prevalensi serta tingkah laku suatu penyakit adalah perbedaan umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, hubungan suku bangsa, kelas sosial, tingkahlaku individu, serta lingkungan alami. Faktor-faktor ini dan faktor lainnya berperanan penting dalam distribusi dan prevalensi berbagai penyakit. Contoh pemuda Amerika lebih banyak mengalami kecelekaan daripada wanita muda dan orang tua, perokok lebih banyak kena kanker paru-paru daripada bukan perokok, gondok lebih banyak menyerang penduduk pedalaman yang tinggal di daerah pegunungan daripada penduduk pantai yang bahan makannya kaya yodium.

Tugas seorang epidemiolog adalah bekerja untuk membuat korelasi-korelasi dalam hal insiden penyakit dalam usaha menetapkan petunjuk tentang pola-pola penyebab penyakit yang kompleks, atau tentang kemungkinan-kemungkinan dalam pengawasan penyakit (Clausen; 1963:142). Epidemiologi berusaha mencapai suatu tujuan yaitu meningkatkan derajat kesehatan, mengurangi timbulnya semua ancaman kesehatan.


Implikasi antropologi kesehatan terhadap praktik keperawatan


Antropologi kesehatan dan ekologi keperawatan

Para antropologi kesehatan pada masa kini khususnya di amerika bekerja dibidang kesehatan masyarakat, fakultas kedokteran, sekolah perawat dirumah sakit, dan departemen kesehatan serta dijurusan antropologi  pada universitas umum. Mereka melakukan penelitian dalam topic seperti manusia, anatomi, pediatric, epidemiologi, kesehatan jiwa, penyalah gunaan obat, definisi mengenai sehat dan penyakit, layihan petugas kesehatan, birokasi medis, pengaturan dan pelaksanaan rumah sakit, hubungan dokter-pasien, dan proses memperkenalkan system kesehatan tradisional.


Konsep-konsep penting dalam antropologi kesehatan  dan ekologi keperawatan

System adalah agregasi pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbedayang dikombinasikan sedemikian rupa alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi atau bergerak dalam suatu kesatuan.


b)  System sosial-budaya atau kebudayaan adalah keseluruhan yang integral dalam interaksi antar manusia.

c) Ekosistem adalah suatu interaksi antar kelompok tanaman dan satwa dalam lingkungan non hidup mereka (hardesty  1977;289). Hubungan antropologi kesehatan dengan ekologi dalam praktek keperawatan. Hubungan manusia dengan lingkungan , dengan tingkah lakunya, dengan penyakitnya, cara dimana penyakitnya dan tingkahlakunya mempengaruhi evolusi atau kebudayaan selalu melalui proses umpan balik. Pendekatan Ekologis Merupakan dasar bagi studi tentang masalah-masalah epidemiologi.cara-cara dimana tingkah laku individu dan kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang berbeda-beda dalam populasi yang berbeda-beda. Contoh : semakin maju suatu bangsa, penyakit yang dideritapun berbeda dengan bangsa yang baru berkembang. Penyakit-penyakit infeksi seperti malaria, demam berdarah, TBC dll pada umumnya terdapat pada Negara yang berkembang, sedangkan penyakit-penyakit non infeksi seperti stress, depresi, kanker, hipertensi, umumnya terdapat pada Negara-negara maju. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang berbeda pada kedua kelompok tersebut.
















BAB III

ANALISIS KASUS


No

Tahap

Tindakan Yang Menunjang Kesehatana

Tindakan Yang Tidak Menunjang Kesehatan

Analisi

Intervensi Keperawatan


1 Ibu menyusui

Perbanyak makan sayuran hijau/kulupan


Tidak boleh makan pedas karena bisa menyebabkan bayinya diare


Secara umum, cukup aman mengonsumsi makanan pedas, bahkan saat mama sedang menyusui. Memang, sejumlah kecil senyawa dalam makanan akan terdapat dalam kandungan asi mama yang diminum si kecil. Tetapi hal ini tidak akan berdampak besar pada bayi mama secara signifikan


Penyuluhan lebih mendalam mengenai nutrisi yang dibutuhkan saat ibu menyusui



2 Haid/mestruasi

A. Menjaga kebersihan organ vital

B. Minuman Soda Dapat Melancarkan Menstruasi

C. Menganti pembalut secara rutin


A. Keramas saat haid bisa menyebabkan pusing karna pori-pori kepala terbuka

B. Tidak Boleh Minum Minuman Dingin Saat Menstruasi karna bisa membekukan darah


A. Faktanya wanita yang sedang menstruasi memang bisa mengalami sakit kepala. Tapi hal itu bukanlah disebabkan karena keramas, melainkan karena sindrom premenstrual. Justru kamu perlu mencuci rambutmu secara rutin untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala.

B. Menstruasi berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan makanan dan minuman berhubungan dengan sistem pencernaan. Jadi, mengonsumsi minuman dingin tidak berpengaruh pada keterlambatan menstruasi seseorang. Menstruasi yang datang terlambat disebabkan oleh tiga hal, yaitu adanya masalah pada dinding rahim, masalah hormonal dari indung telur, dan masalah psikologis, seperti stres.


Penyuluhan lebih mendalam mengenai perilaku yang diperbolekan dan tidak diperbolehkan saat menstruasi


3 Kematian bagi orang sekitar

Diberi injet agar tidak terkena sawan

Ketika anak Demam tinggi tidak segera ditangani


Sebagian besar penyebab sawan pada bayi adalah akibat demam tinggi yang dialaminya

Maka itu, sebagai orangtua, Mama harus selalu waspada jika si Kecil mengalami demam yang tinggi hingga mencapai 41 derajat Celcius.

Jika si Kecil sudah terlanjur demam, sebaiknya segeralah kendalikan demamnya agar suhu tubuh bayi tidak melonjak tinggi.sawan pada bayi adalah fakta kasus medis.

Namun, bukan karena hal mistis atau mitos yang dilanggar oleh sang Mama, melainkan akibat demam tinggi pada bayi hingga membuat tubuhnya bereaksi

Pemberian penyuluhan kepada orangtua terhadap penyakit sawan


4 Ambeien

Banyak bergerak dan melakukan aktivitas

Tidak boleh duduk dibantal karna bisa mebyebabkan ambeien


Tidak ada analisis kesehatan yang membenarkan pernyataan tersebut , karna ambeien disebabkan oleh Mengejan saat BAB. Duduk terlalu lama. Diare atau sembelit kronis. Berat badan berlebih atau obesitas.

Mengenai larangan duduk dibantal itu sebenarnya lebih mengacu pada kesopanan dan etika bahwa guna bantal tidak boleh diduduki karna di untuk mengistirahatkan kepala


Penyuluhan mengenai penyebab-penyebab ambeien



5 Kebiasaan makan

A. Makan sambil duduk

B. Makan tidak boleh sambil bicara


A. Makan sambil berdiri

B. Makan sambil tidur bisa mengubah seseorang menjadi ular


A. Makan sambil berdiri disarankan hanya dilakukan pada kondisi tertentu. Misalnya, bagi penderita gastroesophageal reflux disease ( GERD), makan sambil berdiri diyakini dapat membantu mengurangi refluks dan mulas. Refluks lambung terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan

Namun pada kondisi umum Ketika makan dalam posisi berdiri, asam lambung akan naik dengan cepat sehingga mungkin mengganggu proses pencernaan yang terjadi. Makan sambil berdiri juga mungkin membuat lambung iritasi sehingga menimbulkan rasa nyeri

B. Faktanya Makan sambil tiduran memperlambat pergerakan makanan untuk menuju lambung setelah ditelan sehingga lama kelamaan menumpuk, yang pada akhirnya jadi memperlambat kerja sistem pencernaan. Stres yang diterima oleh sistem pencernaan ini membuat dinding perut kaku, yang meningkatkan tekanan pada perut bagian bawah. Selain itu, makan sambil tiduran bisa menyebabkan Anda batuk-batuk, bengek, cegukan dan/atau bahkan tersedak muntahan makanan dalam kerongkongan


Penyuluhan mengenai cara makan
























BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan 


Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikankeperawatan, berwenang di negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap  pasien.


Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan.


Transcultural nursing adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaanh dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat, sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (leininger, 2002).


Transkulturasi dalam praktek keperawatan meliputi :

 Keperawatan

Mempertahankan budaya

Perilaku sehat-sakit

Negosiasi budaya

Restrukturisasi 

Budaya

Proses keperawatan ( pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi ).



DAFTAR PUSTAKA


http://makalahringkasan.blogspot.com/2015/12/antropologi-kesehatan-dalam-praktek.html?m=1

http://makalahringkasan.blogspot.com/2015/12/antropologi-kesehatan-dalam-praktek.html?m=1

https://dokumen.tips/documents/implikasi-keperawatan-562d0ae363879.html

http://myblogrosalindamuklis.blogspot.com/2016/02/makalah-antropologi-kesehatan-implikasi_10.html?m=1

http://warungbidan.blogspot.com/2016/07/makalah-antropologi-8-implikasi.html?m=1







Komentar